Jumat, 03 Mei 2013

Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih



Bawang Merah dan Bawang Putih
Dahulu kala di sebuah desa ada seorang laki-laki yang bernama  bawang putih ia sangatlah baik kepada semua orang yang membutuhkan pertolongannya. Ia hidup bersama ibu dan kaka tirinya. Ayah kandungnya bernama Mushir pergi ke kota untuk mencari nafkah. Ibu kandung bawang putih meninggal saat bawang putih berusia lima tahun. Ayahnya tak tega jika yang mengurus bawang putih hanya bi Ijah saja,akhirnya Mushir memutuskan untuk menikahi janda beranak satu yakni ibu tiri bawang putih yang bernama Ratna dan kaka tirinya bawang merah. Pada suatu hari Mushir harus meninggalkan keluarganya lebih lama karena ada urusan bisnis dikota yang berhasil ia jalankan. Saat keberangkatannya…
Mushir : “bu… ibu!” (sambil memakan roti)
Ratna: “iyaa pah?papah mau berangkat hari ini?” (sambil meletakan air putih)
Mushir : “Iya nih bu.. anak2 mana?”
Ratna : “masih pada tidur pah,apalagi si bawang putih dia bangun paling siang”
Mushir : “ya sudah saya buru2 nih bu,jaga anak baik2 ya”
Ratna : “iya pah,hati-hati dijalan”
Rupanya kepergian Mushir dimanfaatkan oleh Soidah untuk menyiksa bawang putih..
Ratna : “heh bawang putih bangun” (menyiramkan air)
Bawang Putih : “ada apa ini mah?saya ga ada salah apa apa ko disiram air?”
Ratna : ”Jam berapa ini jam berapa?(menunjuk jam) malas sekali kamu ini cepat bangun lalu bersihkan kamar mandi dapur”
Bawang Putih : “loh kan itu pekerjaan bi ijah mah?”
Ratna: “ehhh pake ngelawan lago ni anak,cepet kerjain aja protes aja”
Bawang putih : “baik mah”
Sementara itu dikamar bawang merah masih terlihat pulas dalam tidurnya…
Ratna : “nak,bangun jam berapa sekarang?ayo bangun” (dengan lemah lembut)
Bawang Merah : “ah si mamah,masih pagi gini disuruh bangun. Lagian aku tadi malem abis begadang mah”
Ratna : “gak boleh gitu ah nak,ayo cepet mandi biar tambah ganteng”
Bawang Merah : “aduh iya deh iya”
Bawang putih sudah selesai membersihkan kamer mandi,bi ijah yang melihat langsung menegur bawang putih..
Bi ijah : “loh den,ko aden yang bersihin?”
Bawang putih : “iya bi disuruh mamah bersihin ini”
Bi ijah : “sini sini bibi ajah yang bersihin den”
Bawang putih :” udahlah bi ini juga udah hamper selesai ko”
Ratna : “Bi ijah bi ijah ini makanannnya mana?” (memanggil dari ruang makan)
Bi ijah : “iya nya”
Bawang Putih : “tuh udah bibi siapin makanan aja sana”
Bi ijah : “iya den bentar ya bibi permisi dulu” (menuju ruang makan)
Bawang Merah : “lama banget sih bi ngapain aja laper nih”
Bi ijah : “maap den ini bibi nyuci piring dulu tadi”
Ratna : “udah deh kamu jangan ribut aja katanya laper nih makan “
Setiap hari bawang putih bekerja keras membersihkan semua ruangan yang ada dirumahnya terkadang bi ijah yang merasa iba membantunya sedikit demi sedikit walaupuun dilarang oleh bawang putih itu sendiri. Pada suatu hari saat bawang putih berbelanja di pasar dengan bi ijah untuk masakan hari ini ia bertemu seorang nenek yang sedang kebingungan.
Bawang Putih : “nenek sedang mencari apa?”(menghampiri nenek tsbt)
Nenek : “ini loh cu tadi nenek menyimpan uang didompet ini ko sekarang ga ada ya padahal nenek mau pulang”
Bawang Putih :”nenek terakhir belanja apa?”
Nenek : “itu loh nenek belanja cabe dan bumbu dapur”
Bawang putih : “yasudah pake uang bawang putih saja nek… nih” (menyerahkan uang)
Nenek : ”beneran ini tidak apa apa cu uangnya?”
Bawang Putih : “benar nek pakai saja”
Nenek :”cucu ikut saja dengan nenek yu,minum kopi dirumah nenek bersama cucu nenek”
Bawang Putih : “wah tidak usah repot repot nek saya sedang belanja dengan bi ijah”
Nenek :”wah anak laki laki ko kasep pisan ya”
Bi ijah: “(datang menghampiri ) den ayo pulang ini belanjanya sudah semua”
Bawang putih :”ya sudah saya pulang duluan ya nek,asalamualaikum”
Nenek :”waalaikumsalam”
Bi ijah :”mari nek”
Nenek :  “cu……cu nama kamu siapa cuuuu’’
Bawang putih pun berlalu pulang bersama bi ijah sempat disesalin nenek karena tidak mengetahui nama anak laki-laki tersebut karena Ia berniat ingin menjodohkannya dengan cucu perempuannya yang bernama mawar… sesampainya nenek itu dirumah…
Mawar : “aduh nenek kemana aja aku cariin dari tadi aku khawatir”
Nenek : “nenek abis dari pasar cu,eh cu nenek mau cerita nih. Tadi di pasar nenek ketemu sama anak laki-laki dia baik banget ngasih uang ke nenek buat ongkos pulang”
Mawar :”loh emang uang nenek kemana?”
Nenek:”nenek lupa naro cu,mau ga nenek kenalin kamu sama laki-laki itu cu?”
Mawar :”aduh nek jodoh mah ga kemana ko,nenek istirahat didalam yu. Diluar dingin “
Nenek :”yah yasudah tapi nanti nenek ajak kamu kepasar ya”
Mawar :”iya iya deh gampang”
Setelah dua hari nenek itu bolak balik ke pasar mencaribawang putih bersama mawar tetapi tidak pernah melihat bawang putih lagi. Dan saat nenek sedang menunggu mawar untuk selesai membeli makanan kecil saat itulah mawar bertemu bawang putih berpapasan tetapi……….
Mawar :”aduhh..”(terpeleset jatuh)
Bawang putih :” jalan hati-hati dong mba sini biar saya yang bantu,yang mana yang terasa sakit?”
Mawar :”terimakasih sekali mas ,yang ini”(menunjuk kebagian pergelangan kaki)
Bawang putih:”sudah enakan,mba?” (menyimpan sepatu bawang putih ke tasnya)
Mawar :”hah ?ya?ya? sudah ko mas lumayan”(melamun betapa baiknya laki-laki ini)
Bawang putih :”sini saya bantu berdiri”(menuntun mawar berdiri)
Mawar:”oh ya terima kasih mas sudah enakan ko”
Bawang putih:” mangkanya ya mba kalo jalan lihat lihat dibawah,mari saya duluan” (berlalu)
Mawar :”oh ya makasih mas” (menghampiri nenek)
Nenek :”lama sekali cu?kanapa dengan kaki mu?”
Mawar :”oh ini tidak apa apa ko nek cuman keseleo saja untung tadi ada seorang laki-laki yang menolongku. Ayo nek kita pulang saja sudah panas”
Mawar dan nenek pun sampai dirumah . Sepatu mawar yang terbawa bawang putih pun masih dijaga oleh bawang putih,dan mawar juga menjaga sepatu sebelah kirinya dengan baik. Mawar masih memikirkan laki-laki tersebut siapa namanya dimana rumahnya dan macam macam ia jatuh cinta pada pandangan pertama sama halnya seperti bawang putih setiap malam ia memikirkan muka wanita yang ditolongnya dipasar. Yang mereka berdua sesali adalah kenapa mereka tidak menanyakan nama masing-masing. Mawar dan bawang putih pun ingin sekali berjumpa untuk mengembalikan sepatu mawar sekedar bertegur sapa dan menanyakan nama. Tetapi ayah dari mawar yang ternyata kepala desa ini ingin sekali menikahi putrinya sebelum usia sang nenek berakhir ibu mawar sempat menolak karena itu tidak adil bagi anak satu-satunya,akhirnya dibuatlah sayembara siapa yang bisa memikat hati mawar akan dinikahkan dengan mawar..
Ibu mawar :”ayah apakah tidak ada cara lain selain ini?”
Bapak mawar :”mau bagaimana lagi bu,sekarang nenek sudah jatuh sakit sedangkan dia ingin sekali sebelum kepergian ia ingin melihat cucu satu-satunya menikah”
Ibu mawar :”iya tentu,ya mau bagaimana lagi. Mungkin mawar bisa menerima dengan alas an seperti ini,mungkin juga mawar akan mecintai suaminya saat dia mulai hidup bersama”
Bawang merah yang mendengar berita tersebut langsung bersih keras ingin mengikuti seyembara yang diselenggarakan pak kades tersebut ….
bawang merah :”ibu ibu cepat kesini,aku ingin sekali mengikuti seyembara pak kades. Mawar kan cantik,anak orang kaya siapa sih yang ga mau menjadi suaminya kan secara otomatis suami dari pak kades akan dijadikan calon kades selanjutnya”
ratna :”iya betul kamu nak,ayo kita ikutan seyembara itu lalu bunuh si nenek itu perlahan bunuh pa kades dan istrinya dan otomatis harta kekayaan akan jatuh ketangan mu nak hahaahahha”
bawang putih yang mendengar rencana jahat ibu dan kaka tirinya tentu tak bisa terima,ia harus mengikuti seyembara tersebut bagaimanapun caranya agar mawar tidak memilih bawang merah sebagai suaminya,dan saatnya pun tiba pada hari itu semua laki laki lajang yang mengikuti acara seperti ini menjadi suami dari anak pa kades para lelaki yang mengikuti acara tersebut mengenakan pakaian yang sangat beragam agar mawar memilih para lelaki yang dianggapnya menarik. Tetapi bawang putih hanya mengenakan baju seadanya sekedar kaos dan celana yang menurut ia rapih. Sebelum keberangkatannya ke rumah pa kades kesibukan terjadi di rumah bawang merah….
Bawang merah :”ibu bagaimana penampilan anakmu ini?”
Ratna :”waw… itu sangat bagus nak. Pantes kamu pakai baju suami mamah yah,kelihatan ganteng”
Bawang merah :”aku sih emang dasarnya ganteng mah hahahaha”
Ratna :”kamu ini bisa saja,bawang putih bawang putih!”
Bawang putih :”iya mah?”
Ratna :”kamu ga boleh kemana mana kamu dirumah saja nih kamu bersihin semua ruangan yang ada dirumah ini. Dan INGET jangan kemana mana!”
Bawang putih :”i. i. iya mah”
Ratna :”ayo nak kita berangkat sekarang nanti kita terlambat”
Bawang putih yang mendengar pekerjaan sangat banyak sangat sedih,tapi ia tak diam saja dirumah ia langsung mengerjakan tugasnya dengan cepat walaupun waktu acara hamper telat
Bi ijah :”sudahlah den,aden pergi saja ke acara itu biar bibi yang bersihkan tenang bibi jamin sebelum acara itu selesai seluruh ruangan ini sudah bersih”
Bawang putih :”benarkah?benar tidak merepotkan bi ijah nantinya?”
Bi ijah :”tidak den,lekas bersihkan diri lalu pergi ke acara tersebut”
Bawang putih :”ter…terimKasih bi,aku mau siap siap dulu ya”
Bawang putih pun mengenakan kaos dan celana seadanya ditambah topeng yang menutupi wajah gantengnya,karena memakai topeng adalah salah satu syarat agar bisa masuk ke acara itu.
Bawang putih :”wah untung saja saya tidak telat sampai acaranya”
Tio :”hey kamu pakaianmu buruk sekali topengmu sangat biasa bagaimana kamu bisa dipilih mawar nanti hahaha”
Doni :”iya nih,baju cuman kaos celana begitu hahaha ga bakal dilirik kamu sama si mawar siap siapa saja nanti”
Bawang putih :”walaupun saya berpakaian seperti ini tetapi saya membawa hati saya yang tulus untuk si mawar buka seperti kalian yang menginginkan harta dari mawar kan”
Doni :”hey jangan asal ngomong kamu mau kita kasih pelajaran”
Tio :”iya hajar aja hajar aja”
Bawang putih :”dari pada kita rebut disini masih mending kita berkompetisi didalam siapa yang bisa merebut hatinya mawar itu baru lelaki”
Tio :”oh nih anak nantangin kita don,okelah kita terima tantangan kamu”
Doni :”iya kita terima tantangan kamu”
Bawang putih :”iya masuklah”
Ibu mawar :”acara dimulai mawar harap memasuki ruangan”
Doni :”mawar bro mawar cantik sekali”
Tio:”iya benar weleh weleh”
Ibu mawar :”mawar harap memilih 4 orang laki-laki untuk dibawa ke atas panggung”
Doni :”saya dipilih broooooo”
Tio :”eitss saya juga bro”
Bawang merah :”mah mah aku dipilih mah”(melambai lambai ke ratna)
Mawar :”kamu yang waktu itu dipasar kan?”(menunjuk bawang putih)
Bawang putih :”(tersenyum)”
Mawar :”ayo ikut”(menggandeng bawang putih)
Ibu mawar :”ya,baik. Disini sudah ada 4 pria yang dipilih oleh mawar dan mawar akan memilih satu orang pria untuk dijadikan sebagai suaminya. Pria tersbut harus melepas topeng yang dipakainya. Ayo mawar pilih salah satu dan gandeng pria itu”
Mawar :”(bolak balik dan meraih tangan bawang putih)”
Doni,tio,bawang merah : “(muka kecewa)”
Bawang merah :”ini tidak mungkin siapa laki laki itu masa dengan pakaian begitu ia bisa memikat hati mawar. Coba lepas topeng kamu”
Mawar :”saya bukan melihat dari penampilan yang dipakai oleh pria ini tetapi saya melihat ketulusan dari pria ini”
Bawang merah :”kalau begitu kami semua ingin tau siapa laki laki itu cepat buka”
Doni,tio :”ya benar kami ingin tau”
Bawang putih :”ya cukup cukup baiklah saya akan membuka topeng ini”(melepas topeng)
Ratna :”apa?bawang putih bukannya kamu dilarang hadir dalam acara ini karna pekerjaanmu membersihkan seluruh ruangan dirumah?”
Bawang merah :”dia kabur tuh mah”
Bawang putih :”tidak tidak saya tidak meninggalkan pekerjaan saya,pekerjaan saya sudah selesai semua kalo kalian tidak percaya kalian boleh pulang kerumah dan melihatnya”
Nenek :”nah,pemuda inilah yang sangat saya ingin jodohkan kepada cucu saya tetapi kamu memilih tepat sesuai jodohmu cucuku”
Mawar :”bukan nek,aku bertemu pemuda ini sewaktu dipasar saat ia menolongku waktu aku sedang terkilir dan dia masih menyimpan sepatuku karna terbawa olehnya”
Bawang putih:”ya betul ini sepatunya”(mengeluarkan sepatu)
Bapak mawar :”baiklah jika kamu mencintai anak saya dan mawar mencintai kamu pernikahan akan dilaksanakan pada esok hari. Bagi yang sudah dating pada hari ini bisa dating besok diacara pernikahan tersebut”
Begitulah akhir dari perjalanan kisah cinta bawang putih dan mawar mereka menikah dan meneruskan usaha keluarga sebagai petani dan pemimpin desa. Desa menjadi lebih makmur dan subur atas ide ide dari bawang putih. Bawang putih dan mawar hidup bahagia selamanyaaaaaaaaaaaaaa..



*selesai*

Naskah Drama Arti Sahabat



Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya.
Luna, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis.
Karena merasa iri hati, Lexa dan Tita yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana.
Lexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina)
Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!”
Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Lexa dan Tita yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Lexa dan Tita.
Lexa dan Tita : (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat)
Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..”
Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan)
Olive : “Waduh.. panggilan alam nih, aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain)
Luna : “Hmm, dateng lagi deh ‘langganannya’! Dasar gak berubah.. haha..”(menggeleng-gelengkan kepala)
Meta : “Hahaha, biasa lah, Na. Kalo nggak gitu, bukan Olive namanya,”
Luna : “Eh, haus nih.. minum es enak kali ya??”
Satrya : “Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli es dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta)
Meta : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.”
Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta)
Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta.
Meta : “Aku.. su—ka Bondan!!” (dengan terbata-bata)
Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih)
Kebetulan Olive juga sudah datang.
Olive : “Hah?!” (datang tiba-tiba dan mendengar ucapan Meta yang membuatnya kesal)
Di saat itu pula pertengkaran terjadi.
Luna : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus)
Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??”
Meta : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu)
Olive : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi)
Luna : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi)
Olive : “Ta, kayaknya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan udah lama banget, kamu nggak boleh gitu dong!! Kayak nggak ada yang lain aja?!” (marah-marah)
Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta)
Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir ama cowok laen, ngapain pake nyuruh aku??” (balik marah)
Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah.
Luna : “Udah, udah… jangan bertengkar cuma gara-gara masalah cowok!” (berusaha melerai)
Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” (berkata paling bijak)
Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri)
-Script 1-
Sialnya, dua orang yang sangat membenci Bondan cs mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Dengan satu-satunya teman setia yaitu Tita, mereka mempengaruhi Olive supaya memusuhi dan membenci semua sahabatnya itu.
Olive : (duduk termenung, sendiri, dan terdiam)
Alexa : “Ehm.. kok cemberut sih??” (berusaha menarik simpati Olive)
Tita : “Ada masalah ya, Liv?”
Olive : “Katanya sahabat, masak harus naksir cowok yang sama?! Bete banget, kan??” (berkata dengan nada ketus)
Lexa : “Sabar aja deh. Mending sementara nggak usah temenan deh sama mereka. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat!” (merayu)
Tita : “Iya, bener tuh,” (meyakinkan Olive)
Olive : “Gitu, ya..?”
Lexa : “Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung ama kita berdua. Nanti kita akan bantu kamu ngalahin si Meta gingsul itu!”
Tita : “Iya, bener, Liv. Kita bela kamu kok”
Olive : “Emang boleh..??”
Tita dan Lexa : “Ya boleh, lah!!”
Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli saat itu.
-Script 2-
Di sisi lain, keadaan rumah tangga orang tua Luna sedang dilanda pertengkaran hebat. Papanya yang selalu marah-marah bersikap keras dan memukul Mama Luna. Sementara itu Aldo, adik Luna hanya bisa diam tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Papa Pratama : “Kamu ini bisanya bikin susah suami aja!!” (membentak-bentak Mama Mey)
Mama Mey : “Aku salah apa, Pa..??”
Papa Pratama : “Kerjaan kamu seharian cuma shopping, arisan, ngumpul sama temen-temen. Nggak pernah ada di rumah. Liat ni anak kamu jadi nggak keurus!”
Mama Mey : “Tapi Papa juga sibuk sendiri sama klien-klien di kantor. Nggak peduli sama istri dan anak-anak!!” (menangis dan memeluk Aldo)
Papa Pratama : (Plaak..!! tmparan keras singgah di wajah Mama Mey)
Aldo : “Ma, Papa kok mukul-mukul Mama..?” (dengan penuh kepolosan)
Mama Mey : (menangis)
Di saat itu pula Luna datang dan terkejut melihat semua yang terjadi.
Luna : “Mama…?!” (datang memeluk Mama Mey)
-Script 3-
Keesokan harinya..
Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan Olive. Sekejap terkejutlah Bondan mendengar semua itu.
Satrya : “Menurutku kamu hrus cepet bikin keputusan. Kasih kepastian buat mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terlalu lama.”
Bondan : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelasin semuanya biar mereka nggak bertengkar sia-sia,”
Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta yang mau menerima keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya.
Bondan : “Ta, Satrya udah nyeritain semua ke aku tentang yang kemarin. Bener kamu suka aku..?” (berusaha memastikan)
Meta : “Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu!”
Bondan : “Gini, Ta. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi tengkar ama Olive. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi nggak pengen mikirin cewek. Aku masih mau serius di dunia musikku,” (menerangkan dengan bijaksana)
Meta : “Oke. Aku ngerti kok. Cuma kayaknya sekarang Olive udah terlanjur terpengaruh sama Alexa. Kayaknya bakal sulit buat ngembaliin dia kayak dulu lagi,” (sambil mendesah putus asa)
Olive, Lexa, dan Tita : (berjalan melewati Bondan dan Meta, namun bersikap tak acuh dan sama sekali tak peduli)
Bondan : “Olive?”
Olive : (berjalan terus tanpa henti)
-Script 4-
Mendekati Aldo adalah salah satu cara yang dipakai Satrya untuk menarik perhatian Luna. Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Luna. Dan di perjalanannya menuju rumah Luna, ia melihat Aldo tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa Aldo ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit…
Satrya : “Halo, Luna? Adek kamu di RS. Dia habis ketabrak kendaraan, cepetan kamu ke Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang telepon menjawab)
Luna : “Hah, sekarang keadaannya gimana?!” (panik)
Satrya : “Udah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepetan ke sini! Jangan lupa bilangin Mama dan Papamu!”
Dan tak lama kemudian Luna datang terengah-engah, sambil berlari tergesa-gesa.
Luna : “Ya ampun…. Aldo!!” (begitu melihat Aldo)
Satrya : “Dokter udah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu nggak terlalu parah, kok,” (berusaha menenangkn Luna)
Luna : “Syukur deh kalo gitu..” (mendesah lega)
Satrya : “Hmm.. aku ke toilet dulu ya. Kamu di sini aja jagain Aldo sambil nunggu ortumu dateng,”
Luna : “Iya, tapi jangan lama-lama. Aku takut sendirian di sini,”
Satrya : “Oke,”
Saat Satrya berada di toilet, dia ingat akan teman-temannya yang pasti juga harus diberitahu tentang ini. Tanpa menunggu lagi, Satrya segera menelepon Meta dan Bondan.
Setelah selesai memberitahu mereka, Satrya keluar dari toilet dan hendak berjalan kembali ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak dengan bahu seseorang. Betapa kagetnya Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak adalah bahu Olive.
Olive : “Aduuh…!” (sambil memegangi bahunya)
Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Nggak sengaja, lagi buru-buru,”
Olive : “Iya, iya. Nggak apa-apa kok,”
Satrya : “.. lho? Olive?? Ngapain kamu di sini..?”
Olive : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis nganterin Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri nagapain di sini?”
Satrya : “Ini, Aldo adiknya Luna ketabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi nungguin Bondan ama Meta dateng,”
Olive : “Oh…”
Satrya : “Kamu masih marah sama Meta? Sama kita juga?”
Olive : “Ngg… nggak sih. Agak sebel aja. Emang kenapa?”
Satrya : “Liv, aku cuma mau beritau, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia manfaatin keadaan kita yang lagi retak ini dengan menghasut kamu. Inget Liv, kita udah lama sahabatan. Kita semua tau siapa aja yang layak diajak temenan. Dan Alexa nggak termasuk dalam kategori itu. Dia itu cuma mau ngehancurin kita aja..”
Olive : “Tapi si Meta itu lho..” (memasang wajah kecut)
Satrya : “Bondan udah jelasin ke Meta dan Meta ngerti, kok. Masa kamu nggak bisa ngerti??”
Olive : “Mmmh.. gimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu nggak baik. Mm..”
Satrya : (menunggu Olive sambil menatap matanya tajam)
Olive :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Meta…?”
Satrya : “Naah, gitu dong! Ya udah, kamu ikut aku aja ke kamarnya Aldo. Nanti kita tunggu Meta ama Bondan dateng,”
Olive : “Ya udah deh, yuk. Eh.. tapi aku ke toilet dulu ya. Kamu jalan aja duluan, ntar aku nyusul kok,”
Satrya : “Oke, cepetan ya!” (langsung pergi)
Sementara itu…
Mama Mey : “Aldo!! Anakku sayang,”
Papa Pratama : “Liat ini! Ngurus anak aja nggak becus!!” (menyalahkan Mama Mey atas apa yang terjadi)
Mama Mey : “Ini juga salah Papa! Selalu sibuk sampai nggak punya waktu buat nemenin Aldo main!” (balik menyalahkan)
Luna : “Udah berhenti..!! Mama sama Papa kelakuannya sama aja! Aldo lagi sakit masih aja bertengkar, Luna capek, Ma, Pa, dengerinnya!! Masalah itu gak bakal selesai kalau nggak diselesaiin baik-baik.. Yang ada kejadian malah tambah berantakan, coba deh Papa sama Mama ngertiin aku sama Aldo. Kita nggk pengen Papa-Mama tengkar terus! Luna mohon dong Pa, Ma!!” (sedikit menangis)
Aldo : “Mama.. Papa.. Kak Luna..” (tersadar dari pingsannya)
Papa Pratama : “Mama.. Aldo.. Luna.. Papa minta maaf ya? Papa janji bakal nyediain waktu buat ngumpul bareng-bareng kalian semua. Papa sadar selama ini Papa terlalu sibuk di kantor,” (berbicara setelah termenung sejenak)
Aldo : “Iya.. kita semua maafin Papa! Tapi Papa janji ya gak boleh mukul Mama lagi..?”
Papa Pratama : “Iya,” (memeluk istri dan anak-anaknya)
-Script 5-
Kemudian, Satrya telah kembali dari toilet, bersamaan dengan Meta dan Bondan yang baru datang. Tak lama kemudian, Olive mengetuk pintu..
Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu)
Aldo : “Eh, Kak Olive. Nggak papa masuk aja, Kak!”
Olive : “Sebenernya.. selain mau jenguk Aldo, aku dateng juga untuk minta maaf atas semua kesalahanku sama kalian selama ini. Satrya udah jelasin semua ke aku. Kalian mau, kan, maafin aku..?”
Meta : Aku juga minta maaf, soalnya udah ngomong kasar ke kamu. Maafin aku juga, ya?”
Bondan : “Nah, kalau gini kan lebih enak, ya kan, Fren??”
Satrya : “Aku juga seneng kalo kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum)
Luna : “Makanya, laen kali kalo mau naksir cowok nggak usah pake acara kompakan..!”
Semua : (tertawa bersama-sama)
Tita : “Eh, sorry kalo ganggu. Sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian. Selama ini aku salah pilih temen. Aku sadar Lexa cuma manfaatin aku aja. Kalian mau, kan, nerima aku jadi teman kalian??” (tiba-tiba muncul!)
Semua : “Ya boleh, lah!!”
Sesaat kemudian, handphone Tita berdering nyaring, mengejutkan semua orang… Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa mengalami kecelakaan!
Meta : “Lho kok..?!”
Bondan : “Terus keadaannya gimana sekarang..?”
Olive : “Di Rumah Sakit mana?”
Luna : “Parah apa nggak?”
Aldo : “Alexa itu siapa…?”
Tita : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu)
Satrya : “Gini aja. Sekarang biar Tita ceritain semua yang dia tahu tentang keadaan Alexa sekarang,”
Aldo : “Iya, ayo cerita. Aldo juga pengen tahu!”
Tita hanya diam. Dia masih shock dengan banjir pertanyaan barusan.
Olive : “Titaaa ??”
Tita : “Hmm.. jadi gini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi berita dari rumah sakit bilang kalo Lexa ditemuin jatuh di perempatan deket sini. Katanya keadaannya cukup kritis sih,”
Meta : “Rumah Sakit mana?”
Tita : “Emm, Cempaka apaa gitu, lupa aku—”
Bondan : “Cempaka Husada, Ta?”
Tita : “Nah itu! Bener!”
Bondan : “Ya ampun Taaa, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!” (semua orang menepuk jidat)
Olive : “Ya udah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. Om, tante, kita semua permisi dulu yah!!”
Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat.
Tita : “Lexa… kamu nggak apa-apa kan?” (paling antusias)
Alexa : “Aku udah agak mendingan kok.. makasih ya kalian semua udah mau jenguk aku..”
Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus)
Bondan : “Udahlah.. yang kemaren nggak usah diungkit-ungkit lagi!”
Alexa : “Hhm, aku minta maaf yah, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau kan, maafin aku??”
Meta : “Iya, kita mau kok maafin kamu! Tapi ada syaratnya, lho!”
Alexa : “Apa syaratnya?”
Meta : “Kalo kamu udah sembuh nanti, traktir kita semua makan!!” (sambil tersenyum-senyum)
Luna : “Eitz.. satu lagi, adek aku juga diajak yah?” (merayu)
Semua : (tertawa bersama-sama)
Tak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Mereka semua tak pernah luput dari kesalahan. Oleh karna itu meminta maaflah jika merasa bersalah. Dan maafkanlah bila ada yang bersalah. Semua akan indah jika kita saling memaafkan satu sama lain.
-Script 6-